Gamahumat: Solusi Kesuburan Tanah di Lahan Bekas Tambang
Gamahumat: Inovasi Pembenah Tanah
Tim peneliti Gamahumat dari Universitas Gadjah Mada, bersama Kementerian ESDM dan PT. Bukit Asam, telah melaksanakan panen raya padi di Bimomartani, Sleman. Tujuan utama panen ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas Gamahumat dan nanosilika, serta memperkenalkan inovasi ini ke masyarakat, pemerintah, dan industri. Dr. Cahyo Wulandari, dosen UGM, menjelaskan bahwa Gamahumat adalah pembenah tanah yang terdiri dari asam humat dan asam fulvat, diekstraksi dari batubara berkalori rendah.
Baca juga : Gianluigi Donnarumma Menjadi Pahlawan Manchester City dengan Penyelamatan Krusial
Menurut Wulandari, Gamahumat dapat meningkatkan penyimpanan pupuk di tanah, membuat penggunaan pupuk lebih efisien. Efisiensi tanah dalam menyimpan pupuk bisa meningkat hingga 20-50%. Selain itu, Gamahumat juga mempengaruhi hasil panen. Pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan pupuk NPK 100% dengan Gamahumat dan nanosilika dapat meningkatkan jumlah bulir padi hingga 62%.
Efek Positif Gamahumat pada Pertanian
Prof. Ferian Anggara, ketua tim peneliti, menambahkan bahwa Gamahumat dapat menjaga kondisi dan struktur tanah, memungkinkan pupuk tersimpan lebih lama. Senyawa humat dalam Gamahumat dapat mengikat nitrogen dalam pupuk, meningkatkan efisiensi penggunaannya. Uji coba kedua di Bimomartani menunjukkan hasil yang mendekati produktivitas padi dengan pupuk NPK dan urea.
Penggunaan nanosilika bersama Gamahumat juga diuji. Nanosilika memperkuat batang tanaman, mendistribusikan nutrisi lebih efektif, dan membuat tanaman lebih tahan terhadap hama dan cuaca ekstrem. Prof. Himawan Tri Bayu Murti Petrus menekankan pentingnya tanah kaya unsur hara dan mineral untuk pertumbuhan tanaman yang baik.
Tim peneliti Gamahumat berencana menguji inovasi ini pada berbagai jenis tanah, termasuk tanah kapur dan vulkanik, serta pada komoditas seperti buah-buahan. Mereka juga berencana menggunakannya di lahan bekas tambang untuk memperbaiki tanah yang rusak dan menjadikannya lahan penghijauan.
Inovasi Gamahumat mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Bagus Totok Purnomo dari PT Bukit Asam memuji Gamahumat sebagai bagian dari hilirisasi batubara kalori rendah. Eko Budi Cahyono dari Kementerian ESDM berharap hasil penelitian Gamahumat segera dikaji dan dikembangkan lebih lanjut.