Sains

Tak Dapat Sinar Matahari Selama 3 Bulan, Desa Ini Buat 'Matahari' Sendiri

Hal ini terjadi karena pegunungan Alpen yang mengelilingi daerah tersebut menghalangi cahaya alami sang surya. Untuk mengatasi masalah ini, penduduk desa berkumpul dan membangun sinar matahari mereka sendiri.

TamanPendidikan.com - Sebuah desa di Italia yang terletak di lembah yang dalam tidak menerima sinar matahari selama tiga bulan dalam setahun. Hal ini terjadi karena pegunungan Alpen yang mengelilingi daerah tersebut menghalangi cahaya alami sang surya. Untuk mengatasi masalah ini, penduduk desa berkumpul dan membangun sinar matahari mereka sendiri.
TamanPendidikan.com

https://m.daily-bangladesh.com/english/Viganella-The-Italian-village-that-has-its-Own-Sun/28933

Dalam video TikTok terbarunya, Dr Karan Rajan, seorang ahli bedah NHS, menjelaskan bagaimana penduduk Viganella mengatasi masalah tidak menerima sinar matahari selama 90 hari ini. Dalam videonya yang diunggah awal pekan ini, Rajan menyebut kurangnya sinar matahari membuat warga desa mengalami penurunan kadar serotonin, yang juga dikenal sebagai hormon kewaspadaan.
TamanPendidikan.com

https://m.daily-bangladesh.com/english/Viganella-The-Italian-village-that-has-its-Own-Sun/28933

Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa kurangnya cahaya alami dapat berdampak negatif pada suasana hati, tidur, tingkat energi dan tingkat kejahatan. Untuk mengatasi masalah ini, penduduk desa berkumpul dan memutuskan untuk memasang cermin raksasa.

Dikutip dari situs news18.com, pada tahun 2006, selembar baja, yang berukuran delapan kali lima meter ditempatkan di puncak terdekat untuk memantulkan sinar matahari ke alun-alun utama Viganella di bawah. Laporan itu juga menyebutkan bahwa cermin itu dioperasikan dengan komputer dan terus-menerus mengikuti jalur matahari untuk membuat desa Viganella tetap menyala.
TamanPendidikan.com

https://m.daily-bangladesh.com/english/Viganella-The-Italian-village-that-has-its-Own-Sun/28933

Terletak di sebelah perbatasan Swiss, desa Viganella dikelilingi oleh pegunungan yang curam. Pada saat cermin dipasang, Wali Kota Pierfranco Midali mengatakan kepada kantor berita Italia Ansa bahwa proses memasang cermin itu tidak mudah. Midali mengatakan bahwa pemerintah desa harus mencari bahan yang tepat, belajar tentang teknologi, dan terutama mencari uang untuk proyek ambisius itu. Total biaya yang dikeluarkan adalah sekitar 100.000 euro. Proyek ini dibiayai oleh pemerintah daerah dan sebuah bank.
TamanPendidikan.com

https://m.daily-bangladesh.com/english/Viganella-The-Italian-village-that-has-its-Own-Sun/28933

Namun, masalah ini tidak hanya terjadi pada Viganella. Pada tahun 2013, kota Rjukan di Norwegia juga telah membangun tiga cermin besar di gunung untuk mengarahkan sinar matahari ke alun-alun kota. Kota Skandinavia menghadapi musim dingin yang panjang yang membuatnya tanpa siang hari selama enam bulan dalam setahun. Dengan pemasangan tiga heliostat yang berputar sepanjang hari saat matahari bergerak, penduduk kota menerima sinar matahari yang cukup untuk menjaga diri mereka tetap hangat dan bersosialisasi.




Scroll to Top