Edukasi

Jelaskan Pengertian dari Partenogenesis, Ketahui Reproduksi Seksual dan Non Seksual Serta Jenis-jenisnya

Jelaskan Pengertian dari Partenogenesis, Ketahui Reproduksi Seksual dan Non Seksual Serta Jenis-jenisnya

Penjelasan Partenogenesis. Simak di bawah ini

TamanPendidikan.com - Reproduksi seksual adalah perkembangbiakan makhluk hidup yang melibatkan gamet (sel kelamin). Dengan demikian yang dimaksud reproduksi seksual bukan hanya perkembangbiakan melalui perkawinan, tetapi partenogenesis pun termasuk di dalamnya.

Contoh reproduksi seksual yang melibatkan penyatuan gamet jantan dan betina umumnya kita jumpai pada hewan tingkat tinggi, seperti ikan, amfibi, reptil, burung dan mamalia.

Partenogenesis merupakan sejenis reproduksi seksual di mana gamet betina (ovum) tumbuh menjadi embrio tanpa kehadiran gamet jantan (sperma).

Contohnya pada lalat buah, Drosophila mangabeirai, satu dari polosit berfungsi sebagai sperma dan membuahi inti oosit pada pembelahan meiosis II.

Serangga tertentu melakukan penggandaan kromosom sel kelamin sebelum melakukan pembelahan meiosis sehingga dihasilkan sel telur yang bersifat diploid dan dapat berpartenogenesis.

Pada kasus di atas individu hasil partenogenesis (partenogenon) bersifat diploid. Adakah partenogenon yang bersifat haploid? Jawabannya ada.

Contohnya pada hymenoptera (lebah dan semut), sel-sel telur yang tidak dibuahi berkembang menjadi individu jantan; sedangkan telur-telur yang dibuahi berkembang menjadi individu betina. Jantan haploid ini dapat menghasilkan sperma tanpa melalui meiosis I, dan langsung melakukan meiosis II sehingga dihasilkan dua sperma.

Reproduksi Aseksual dan Seksual

Reproduksi aseksual dan reproduksi seksual mungkin kurang Anda kenal, tetapi Anda lebih mengenal istilah perkembangbiakan vegetatif dan generatif.

Istilah reproduksi aseksual sama dengan perkembangbiakan vegetatif, sedangkan reproduksi seksual sama dengan perkembangbiakan generatif.

Jadi konsep tersebut sudah Anda kenal bukan? Tentu, karena Anda pun pernah mengajarkannya pada murid-murid Anda. Oleh karena itu, dalam pembahasan kali ini tidak akan dibahas secara rinci tentang materi tersebut.

Reproduksi aseksual adalah jenis perkembangbiakan yang dilakukan oleh sel tubuh tanpa melibatkan sel kelamin. Pada hewan, perkembangbiakan seperti ini, umumnya hanya dijumpai pada hewan rendah, misalnya Paramaecium, Amoeba dan Euglena (membelah diri); Hydra dan ubur-ubur (bertunas); bintang laut dan Planaria (fragmentasi).

Jenis Partenogenesis
Partenogenesis
memiliki dua jenis. Berikut penjelasannya:

1. Partenogenesis Alami
2. Partenogenesis Buatan

Istilah partenogenesis pertama kali digunakan pada tahun 1849 oleh ahli biologi Richard Owens. Meskipun sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual, beberapa spesies vertebrata dan invertebrata bereproduksi dengan partenogenesis. Dari spesies ini yang paling sering dipelajari adalah ikan, reptil, dan serangga.

Hewan partenogenetik diklasifikasikan sebagai fakultatif atau obligat. Partenogen fakultatif (biasanya invertebrata) dapat bereproduksi baik secara partenogenesis maupun seksual setiap saat.

Sedangkan, partenogenesis obligat adalah hewan di mana individu dari setidaknya satu generasi bereproduksi dengan partenogenesis.

Partenogenesis obligat dapat dibagi lagi menjadi partenogenesis konstan atau partenogenesis siklis. 

Semua generasi spesies yang menunjukkan partenogenesis konstan bereproduksi dengan metode partenogenesis, dan biasanya hanya terdiri dari betina. Contoh-contoh dari organisme ini termasuk spesies kadal, ikan kecil, dan udang air asin.

Partenogen siklis, seperti kutu daun, mengganti generasi partenogenetik dengan generasi seksual. 

Sebagai contoh, pada bulan-bulan musim panas kutu daun berkembang biak dengan partenogenesis, tetapi timbulnya musim gugur bertindak sebagai sinyal bagi keturunan baru untuk berkembang menjadi jantan yang kemudian kawin dengan betina yang tersedia (reproduksi seksual) menghasilkan telur yang dibuahi yang menetas di musim semi.




Scroll to Top