Edukasi

Jelaskan Pengertian dari Teks Eksplanasi, Lengkap Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Serta Contohnya

Jelaskan Pengertian dari Teks Eksplanasi, Lengkap Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Serta Contohnya

Apa itu teks eksplanasi? Berikut penjelasannya

TamanPendidikan.com - Secara umum, teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi.

Kosasih mengatakan teks eksplanasi adalah satu teks yang menjelaskan tentang suatu proses atau peristiwa mengenai asal-usul, proses, atau perkembangan suatu fenomena atau mungkin berupa peristiwa alam, sosial, atau budaya.

Senada dengan hal tersebut, Restuti mengungkapkan bahwa teks eksplanasi memiliki makna sebagai sebuah teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial.

Kemudian Mahsun menjelaskan bahwa teks eksplanasi ditata dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi atau penutup.

Jadi dapat disimpulkan bahwa teks eksplanasi merupakan satu teks yang menjelaskan tentang suatu proses atau peristiwa fenomena alam maupun sosial yang ditata dengan sebuah struktur yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi atau penutup.

Ciri-ciri Teks Eksplanasi

TamanPendidikan.com

Pixabay.com

Ada beberapa ciri dalam teks eksplanasi yang perlu diketahui, antara lain:

1. Informasi yang ditulis berdasarkan fakta.
2. Fokus pada hal umum.
3. Berhubungan dengan ilmu pengetahuan.
4. Bersifat informatif.
5. Tidak berusaha memengaruhi pembaca.

Struktur Teks Eksplanasi

TamanPendidikan.com

Pixabay.com

1. Pernyataan Umum

Pada bagian pernyataan umum berisi penjelasan atau gambaran umum tentang fenomena atau peristiwa yang akan dibahas dalam teks eksplanasi.

2. Sebab Akibat atau Penjelas

Pada bagian ini berisi penjelasan tentang penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari fenomena atau peristiwa yang dibahas.

3. Interpretasi

Pada bagian Interpretasi berisi penarikan sebuah kesimpulan atau juga bisa memberikan tanggapan terkait fenomena yang dibahas dalam teks tersebut.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

TamanPendidikan.com

Pixabay.com

Ada beberapa kaidah kebahasaan dalam teks eksplanasi yang perlu diketahui, antara lain:

1. Bersifat informatif.
2. Menggunakan kalimat pasif.
3. Menggunakan konjungsi kasual dan waktu.
4. Terdapat istilah-istilah ilmiah.
5. Menggunakan kata kerja material dan rasional
6. Bahasanya jelas, padat, dan menarik.

Contoh Teks Eksplanasi

Dilansir dari Tim Pengembang e-Modul Direktorat Pembinaan SMA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Gempa Bumi

TamanPendidikan.com

Pixabay.com

Gempa bumi merupakan getaran atau goncangan yang terjadi
karena pergeseran atau pergerakan lapisan batu bumi yang berasal
dari dasar permukaan bumi.

Peristiwa alam ini sering terjadi di daerah yang berada dekat
gunung berapi atau gunung yang masih aktif dan di daerah yang
dikelilingi lautan yang sangat luas.

Gempa bumi terjadi karena pergesaran atau gerakan lapisan dasar
bumi dan letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Selain itu,
gempa bumi terjadi begitu cepat u cepat dengan dampak yang sangat besar
bagi lingkungan sekitarnya.

Getaran gempa bumi yang sangat besar dan merambat ke segala
arah sehingga dapat meratakan bangunan dan menimbulkan
korban jiwa. Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat
digolongkkan menjadi dua jenis, yaitu gempa vulkanik dan gempa
tektonik.

Gempa tektonik terjadi karena lapisan kerak bumi menjadi lunak
sehinggal mengalami pergeseran atau pergerakan. Teori “Tektonik
Plate” menjelaskan bahwa bumi kita ini terdiri dari beberapa lapisan
buatan.

Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan
mengapung dilapisan, seperti halnya salju. Lapisan ini bergerak
sangat lambat sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan satu
sama lain.

Itulah yang menyebabkan mengapa gempa bumi dapat terjadi.
Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi dikarenakan adanya
letusan gunung berapi yang sangat besar. Gempa vulkanik ini lebih
jarang terjadi dibandingkan dengan gempa tektonik.

Gempa dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal musim. Meskipun
demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi ditempat-tempat
tertentu saja, seperti pada perbatasan plat Pasifik. Tempat ini
dikenal dengan lingkaran api karena banyak terdapat gunung
berapi.




Scroll to Top