Viral

Berurai Air Mata, Bapak Korban Gempa Cianjur Ini Hanya Bisa Gendong Jenazah Anaknya

Berurai Air Mata, Bapak Korban Gempa Cianjur Ini Hanya Bisa Gendong Jenazah Anaknya

Seorang bapak menggendong jenazah anaknya yang ditutup kain selimut akibat terdampak Gempa Cianjur

TamanPendidikan.com - Seorang bapak menggendong jenazah anaknya yang ditutup kain selimut. Keluarga ini terdampak gempa di Cianjur yang terjadi pada Senin, 21 November 2022 kemarin.

Rumah dua tingkat yang dihuni oleh Bapak ini rata dengan tanah. Anak yang digendongnya meninggal dunia akibat tertimpa bangunan.

Video haru Bapak yang kehilangan anak ini diunggah oleh akun @fakta.indo di Instagram. Di tayangan video itu, terekam seorang bapak yang duduk di bangku kayu di pinggiran jalan. Bapak ini duduk sembari membopong anaknya yang masih kecil.

TamanPendidikan.com

https://www.instagram.com/fakta.indo/

Anak bapak tersebut meninggal akibat terdampak gempa. Nampak sejumlah warga memeluk bapak tersebut agar tetap tabah. Video bapak yang gendong jenazah anak inibikin haru warganet.

"Yang kuat ya pak .. semoga bapak di berikan kekuatan dan ketabahan," komentar @kadek_dtp.

"Ketika laki" tidak menangis disaat ada cobaan, disitulah hati nya merasa hancur," ujar @ferdiyan.rvi.

TamanPendidikan.com

https://www.instagram.com/fakta.indo/

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat diguncang gempa dengan kekuatan 5,6 skala richter (SR) pada pukul 13.21 wib, Senin (22/11). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa akibat patahan geser.  Diduga gempa merupakan pergerakan dari Sesar Cimandiri.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa akibat Gempa Cianjur mencapai 162 orang.  Selain itu, 25 orang tercatat masih tertimbun runtuhan bangunan dan 326 orang lainnya luka-luka. Warga mengungsi dilaporkan sebanyak 13.784 orang yang tersebar di beberapa titik.

Menurut BNPB Gempa Cianjur juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Tercatat sebanyak 2.345 rumah rusak, 1 unit pondok pesantren rusak berat, 1 RSUD Cianjur rusak ringan, 8 unit gedung pemerintah rusak, 10 unit sarana pendidikan rusak, dan 3 unit sarana ibadah rusak.




Scroll to Top