Edukasi

Jelaskan Pengertian Teks Cerita Sejarah, Ketahui Jenis dan Teknik Penulisannya

Jelaskan Pengertian Teks Cerita Sejarah, Ketahui Jenis dan Teknik Penulisannya

Kamu pasti pernah membaca teks cerita sejarah. Begini penjelasan selengkapnya!

TamanPendidikan.com - Pengertian teks cerita sejarah dapat dipahami sebagai sebuah teks yang memuat mengenai penjelasan atau penceritaan tentang suatu fakta dan peristiwa yang terjadi masa lalu.

Teks cerita sejarah sendiri biasanya digunakan untuk mencari asal usul atau latar belakang munculnya benda atau terjadi peristiwa, sehingga memiliki nilai sejarah.

Dalam konsep pengertian teks cerita sejarah, teks ini pada dasarnya termasuk ke dalam jenis karya sastra prosa yang bersifat imajinatif.

Penyusunan dan penulisan teks cerita sejarah harus memuat fakta dari peristiwa sejarah yang terjadi.

Pengertian Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai sejarah.

Definisi lainnya yaituteks cerita yang berdasarkan catatan-catatan peristiwa masa lampau dikembangkan berdasarkan bukti bukti yang ditemukan yang nantinya menjadi teks kenyataan sejarah.

Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah

Adapun ciri-ciri yang dimiliki oleh teks sejarah, diantaranya:

1. Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.
2. Bentuk teks cerita ulang (recount).
3. Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
4. Sering menggunakan konjungsi temporal.
5. Isi berupa fakta.

Struktur Teks Cerita Sejarah

Harus terdapat 3 struktur berikut ini untuk membuat teks sejarah yang baik yaitu :

1. Orientasi

Pada bagian ini berisi tentang pengenalan atau pembukaan dari teks cerita sejarah. Biasanya berisimengenai penjelasan singkat dari suatu peristiwa yang diceritakan.

2. Insiden atau Urutan Kejadian

Pada bagian ini berisi mengenai rekaman peristiwa sejarah yang terjadi yang disampaikan menurut urutankejadian atau waktu dari awal kejadian hingga sampai pada akhir kejadian tersebut.

Bagian ini merupakan bagian pokok dari teks cerita sejarah yang biasanya dituliskan secara rinci dan mendetail sehingga para pembaca akan lebih memahami hal apa sebenarnya yang terjadi pada masa lalu.

3. Reorientasi

Merupakan bagian akhir dari teks tersebut. Biasanya pada bagian ini berisi mengenai komentar pribadi darisi penulis itu sendiri mengenai kejadian yang ditulisnya.

Namun ada juga beberapa teks cerita sejarah yangtidak menambahkan bagian penutup ini. Itu sah-sah saja karena bagian ini hanya sebagai opsi atau pilihan saja.

Jenis-Jenis Teks Cerita Sejarah

Berikut ini adalah penjelasan tentang dua jenis teks cerita sejarah, yaitu fiksi dan non fiksi;

1. Fiksi

Fiksi atau biasa dikenal dengan novel sejarah. Sebagai sebuah karya sastra, novel memang identik dengan karangan imajinatif.

Namun, banyak novel sejarah yang memuat fakta sejarah tentang suatu peristiwa. Misalnya saja, novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer.

Selain novel, teks cerita sejarah juga dapat ditulis ke dalam bentuk cerpen, legenda, hingga roman. Pembuatan teks cerita sejarah berjenis fiksi biasanya dibuat sesuai data yang didapatkan dari sumber sejarahnya.

2. Non Fiksi

Berbeda dengan cerita fiksi yang mengandung sedikit karangan dari penulis, bentuk teks cerita sejarah nonfiksi murni berangkat dari fakta yang sebenarnya. Hal ini menjadikan teks cerita sejarah lebih kuat dalam bagian peristiwa, bukan penceritaan.

Contoh teks cerita sejarah atau teks sejarah misalnya adalah biografi, autobiografi, catatan perjalanan, dan catatan sejarah. Sementara, karya yang termasuk teks cerita sejarah yaitu, Sejarah Melayu karangan Shellabear dan Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie.

Cara atau Teknik Penulisan Teks Cerita Sejarah

Apabila kamu ingin belajar menulis teks cerita sejarah. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan;

• Kejadian-kejadian diceritakan dalam urutan kronologis dari awal sampai akhir. Beberapa peristiwa juga perlu diatur menurut urutan kronologis.

• Dari sekelompok fakta (peristiwa) perlu ada penentuan fakta kausal (penyebab) – fakta peristiwa – fakta penyebab.

• Bila uraian berupa deskriptif – naratif, maka perlu ada proses serialisasi, yaitu mengurutkan peristiwa-peristiwa berdasarkan prinsip-prinsip di atas.




Scroll to Top