Bening & Biru, Irigasi Wadas Lintang Kebumen Ini Seperti Sungai Aare di Swiss

"Berwarna hijau kebiruan dan indah, aliran air dari Waduk Wadaslintang Kebumen viral hingga dijuluki Sungai Aare Swiss-nya Kebumen."

Feature | 23 January 2023, 10:21
Bening & Biru, Irigasi Wadas Lintang Kebumen Ini Seperti Sungai Aare di Swiss

TamanPendidikan.com - Sungai Aare dikenal menjadi salah satu sungai terindah di dunia. Sungai ini mengalir di Swiss dan merupakan sungai terpanjang di Swiss yang mencapai 295 kilometer.

Sempat menjadi perbincangan warganet Tanah Air karena menjadi tempat putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz, mengembuskan napas terakhirnya di sana.

Keindahan Sungai Aare menarik hati siapapun yang melihatnya. Sungai yang mengelilingi Kota Bern ini juga menjadi salah satu destinasi tempat wisata dengan airnya yang jernih bening dan biru.
TamanPendidikan.com

https://www.instagram.com/reel/CntbtHsq45A/?igshid=MDJmNzVkMjY%3D

Tak hanya di luar negeri. Ternyata di Indonesia juga tak kurang dengan panorama keindahan alamnya. Berwarna hijau kebiruan dan indah, aliran air dari Waduk Wadaslintang Kebumen viral hingga dijuluki Sungai Aare Swiss-nya Kebumen.

Video aliran air sungai irigasi dari Waduk Wadas Lintang atau Sempor Kebumen ini mencuri perhatian publik. Sejumlah akun media sosial termasuk akun Instagram @ fyifact mengunggahnya.

"Gimana, 11-12 ga nih sama Aare?... Ada yang udah pernah kesini belumm?," tulisnya.
TamanPendidikan.com

https://www.instagram.com/reel/CntbtHsq45A/?igshid=MDJmNzVkMjY%3D

Video tersebut memperlihatkan dua video perbandingan aliran sungai Aare di kota Bern, Swiss dengan aliran sungai irigasi Wadas Lintang Kebumen. Air keduanya nampak bening dan biru, namun yang membedakan Aare dikelilingi pepohonan tinggi dan besar dan juga berada di Kota. Sementara sungai irigasi Wadaslintang Kebumen dikelilingi banyak pepohonan yang masih alami dipedesaan, terlihat pula seorang bapak tua yang melintasi jembatan yang masih terbuat dari bambu.

Warganet pun banyak memberikan beragam tanggapan komentar atas video viral tersebut.

"Masalahnya bisa dijaga gk, org kita kan kalau ada yg bagus lgsg dateng make tanpa merawat alam 😒," ujar akun @ sigitojatomiko10.

"Ya bagusan aare lah, aare mah sungai kota, ada di tengah kota dan mudah di jangkau org2, itu yg di bawah sungai si hutan, mana gak ada akses lagi, jembatan aja begitu, mending gak usah datang," ungkap salah satu warganet.
TamanPendidikan.com

https://www.instagram.com/reel/CntbtHsq45A/?igshid=MDJmNzVkMjY%3D

"kuy jadikan air nya berwarna hitam, biar lebih keliatan Indonesia banget," sahut akun @ jevuska.

"Sungai2 di indo abis renang biasanya cepet lapar," jawab akun @ has_ed90.

"Alam Indonesia itu lebih bagus.. hanya perawatan ama pengelolaan nya yg kurang...," jawab akun @ ranochung.

"Kalah jauh lah bro😩 lu ga liat apa, mereka buat ke sungai nya aja lewat aspal, jalan kaki pake sendal swallow. Lah kita kalo mo ke tmpt2 alami yg bagus kek bgtu.. Boro2 nikmatin jln aspal yg mulus. . . Harus pake sepatu, bawa perlengkapan yg super lengkap (tas nya penuh kayak mo mendaki). Padahal di mereka sana cuman modal baju rumahan, saku celana buat isi hp sama dompet, sendal, tas kecil utk isi pb, charger, dll.πŸ—Ώ," ungkap akun @ _rayhanramadhan_.
TamanPendidikan.com

https://www.instagram.com/reel/CntbtHsq45A/?igshid=MDJmNzVkMjY%3D

"Stelah diketahui banyak lah wisatawan yang datang membuang sampah dan membuang bekas makanan mereka ke sungai, dan sungai pun berubah warna, dikarenakan manusia yng tak bertanggung jawab," tulis akun @ penikmathidupsederhana.


Story

Artikel Pilihan

Artikel Terpopuler


Daun Media Network