Seorang bocah yang salah menyebut lambang kelima sila Pancasila viral di media sosial.
Seorang bocah yang salah menyebut lambang kelima sila Pancasila viral di media sosial.
Seekor ular piton kedapatan memangsa ayam milik warga lalu bikin panik berkeliaran di rumah
Terlihat mereka menangkap buaya hanya menggunakan tali yang terbuat dari kayu rotan. Salah seorang bapak-bapak berada di dekat sungai dangkal di mana buaya itu berada.
"Cari cacing buat mancing. ehh..ketemu ular bodok2 yg mematikan di papua," tulis pemilik akun pada keterangan video tersebut.
Seorang anak yatim berangkat ke sekolah hanya menggunakan sandal lantaran sang ibu tidak memiliki uang untuk membelikannya sepasang sepatu.
Ada juga yang menyarankan untuk duduk dulu baru kepalanya dimiringkan, terlebih yang bikin kocak ada yang menyarankan untuk naik motor sendiri saja agar lebih mudah.
Siapa sangka ikan-ikan yang ada di kolam mengerumuni kepala botaknya. Bukan satu dua ikan yang mengerumuni kepala botaknya, melainkan puluhan.
Selanjutnya pada eksperimen yang kedua, wanita tersebut juga menunjukan aktivitas belatung yang sedang bergerak-gerak keluar. Belatung keluar dari pori-pori ulekan.
Dalam video tersebut tampak sang guru sedang mengajari gadis ini untuk mengeja huruf dan kata. Namun, dia mengejanya dengan begitu pelan dan tampak ogah-ogahan.
Dua orang warga pedalaman papua panen telur buaya di dalam hutan.
Seekor ular piton masuk ke kandang kucing. Ular piton ini memangsa tiga ekor kucing peliharaan di dalam kandang.
Seekor ular piton besar didapati tengah berenang di sungai.
Kisah perjuangan seorang ayah mengkhitankan anaknya viral di media sosial.
Komentar lain pun datang dari warganet yang umumnya mereka merasa tertampar karena masih sering lalai untuk melaksanakan salat padahal tidak memiliki keterbatasan fisik apapun.
Mereka berangkat sekolah hanya berdua saja tanpa ditemani orang tua, karena orang tua mereka harus bekerja mencari uang untuk biaya sekolah. Oleh sebab itu orang tuanya membekali sang anak sebuah parang.
Pemilik video bahkan menuliskan pesan untuk berhati-hati saat makan di warung tersebut.
Meskipun dianggap jorok, beberapa warganet lain justru memuji kemampuan sang anak karena din ilai langka dan unik.
Kucing itu tergeletak mengeong kesakitan karena kepiting itu tidak mau melepaskan capitannya.
Pendaki tersebut bertemu kelinci belang sumatera itu pada pukul 03.00 saat mendaki Gunung Kerinci.
Hendak mencari spot mancing, seorang pemancing mesti melewati bahaya yang bisa ancam nyaw