Edukasi

Jelaskan Pengertian Akidah Menurut Bahasa dan Istilah, Berikut Pokok-Pokok, Fungsi, Dasar, dan Tujuannya

Jelaskan Pengertian Akidah Menurut Bahasa dan Istilah, Berikut Pokok-Pokok, Fungsi, Dasar, dan Tujuannya

Ketahui Juga Pendapat Para Ulama di Bawah Ini!

TamanPendidikan.com - Pengertian akidah menurut bahasa berasal dari bahasa Arab. Aqidah berakar dari kata 'aqada-ya’qidu, ‘aqdan , ‘aqidatan. Aqdan berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh. Setelah terbentuk menjadi Aqidah berarti keyakinan.

Relevansi antara arti kata ‘aqdan dan ‘aqidah adalah keyakinan itu tersimpul dengan kokoh didalan hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian.

Senada dengan hal ini Mahrus mengatakan bahwa Kata aqidah ini sering juga disebut aqo’id yaitu kata plural (jama’) dari aqidah yang artinya simpulan.Kata lain yang serupa adalah I’tiqod yang mempunyai arti kepercayaan.

Dari ketiga kata ini, secara sederhana dapat dipahami bahwa aqidah adalah sesuatu yang dipegang teguh dan terhunjam kuat didalam lubuk jiwa.

Sedangkan, pengertian akidah menurut istilah (terminologi), adalah suatu diyakini dan dipercayai oleh manusia sebagai petunjuk mengetahui apa itu agama dan segala hal yang berkaitan dengan agama, juga disebut sebagai iman yang tangguh dan yang pasti tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.

Pengertian Akidah Menurut Para Ahli

1. Hasan Al-banna

Aqidah ialah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa yang diyakini dan tidak bercampur dengan kebimbangan walaupun sedikit.

2. Machnun Husein

Aqidah adalah pengetahuan dan keyakinan yang menimbulkan sebuah kepercayaan. Orang yang “mengetahui” dan menempatkan kembali kepercayaan kuat akan Keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, hukum-hukum-Nya, petunjuk wahyu dan aturan-aturan hukum Ilahi mengenai pahala dan siksa, disebut mu’min (orang beriman).

3. Abd Al-Majid AlNajjar

Aqidah dengan artian keyakinan, mengikat dan janji, yang berartikan kultur ajaran islam yang harus dipercayai oleh setiap muslim dalam hatinya.

4. Abu Bakar Jabir Al-Jazairy

Aqidah merupkan beberapa kebenaran yang bisa diterima oleh manusia berdasrkan akal, wahyu, dan fitrah. Kebenaran itu tertanam dalam hati manusia tidak cukup menanamkanya dalam hati saja namun harus disertai dengan meyakini keberadaannya.

Dengan demikian dapat disimpulkan pengertian aqidah diatas, pada hakikatnya sama, bahwa aqidah adalah keyakinan dalam hati serta mengikat janji manusia sebagai makhluk ciptaan dan Allah lah sang pencipta.

Janji tersebut diucapkan ketika masih didalam rahim. Keyakinan sama sekali tidak tercampur dengan keraguan, ini yang dimaksud keyakinan dalam aqidah.

Pokok-Pokok Akidah

Pokok aqidah yang harus dipercayai oleh tiap-tiap muslimin, yang merupakan unsur pertama dan unsur-unsur keimanan ialah dengan mempercayai empat hal sebagai berikut;

a. Wujud (ada) Allah dan wahdaniat (keesaan-Nya). Menciptakan, mengatur serta mengurus segala sesuatunya sendiri tanpa yang lain. Tiada bersekutu dengan siapapun tentang kekuasaan dan kemuliaan.

Tiada yang menyerupai-Nya dalam Zat dan sifat-sifat-Nya, hanya Ia saja yang berhak disembah, dipuja dan dimuliakan secara istimewa. Hanya kepada-Nya lah manusia pantas menundukkan diri.

b. Mempercayai bahwasannya Tuhan memilih di antara hamba-Nya yang dipandang pantas untuk membawa risalat-Nya yaitu para Rasul.

Disampaikan kepada mereka wahyu mellewati perantara malaikat, untuk diserukan kepada manusia dari segi keimanan dan mengajak berbuat baik. Oleh karena itulah muslim wajib beriman kepada pada hal-hal yang tersebutkan dalam al-Qu’an.

c. Mempercayai eksistensi malaikat-malaikat-Nya, dan mempercayai kitabkitab yang mereka sampaikan kepada para Raul.

d. Setiap muslim wajib mempercayai segala sesuatu yang terdapat dalam risalat-Nya, diantaranya iman dengan hari kebangkitan dan pembalasan.

Selain itu harus beriman kepada pokok-pokok syari’at dan peraturan peraturan yang telah dilipih Tuhan sesuai dengan keperluan hidup manusia dan selaras dengan kesanggupan.

Dengan demikian akan tergambar dengan nyata keadilan, rahmat, kebesaran, dan hikmah kebijaksanaan Ilahi.

Fungsi dan Peranan Akidah

Aqidah memiliki peranan yang besar dalam membangun agama islam, sehingga ia menjadi dasar aqidah islam.

Oleh karena itu, jika dasar atau aqidah kuat, maka bangunan keislaman tidak akan goyah oleh serangan apapun. Adapun fungsi aqidah dapat dirincikan dalam beberapa pokok berikut;

1. Aqidah sebagai kompas kehidupan, dengan aqidah dapat memberikan pedoman dan arah yang benar bagi manusia. Sehingga ia dapat berpegang teguh pada aqidah dan takkan terombang-ambing dalam kehidupan.

2. Memperkuat keyakinan dan mempertebal kepercayaan atas kebenaran ajaran islam sehingga tidak ada keragu-raguan dalam hati.

3. Menuntun dan mengembangkan dasar ketuhanan yang ada sejak lahir. bahwasannya manusia memiliki potensi atau fitrah keagamaan.

4. Memberikan ketenangan atau ketentraman jiwa. Keyakinan yang kuat kepada Allah Swt. akan senantiasa mendorong umatnya memiliki ketenangan dan ketentraman jiwa.

Disinilah kemudian akan muncul rasa optimis dalam menjalani kehidupan. Aqidah akan memberikan jawaban yang pasti sehingga kebutuhan rohaninya dapat terpenuhi. Ia akan menerima ketengangan dan ketentraman jiwa yang diperlukan.

5. Memberikan pedoman hidup yang pasti. Keyakinan seseorang terhadap Allah akan memberikan arahan dan pedoman yang pasti dalam hidupnya sebab aqidah menunjukkan kebenaran dan keyakinan yang sesungguhnya sehingga seseorang dapat menjalani hidupnya dengan terarah dan bermakna.

6. Menjaga diri dari kemusyrikan. Keyakinan yang benar kepada Allah akan menjaga seseorang dari berbuat syirik (menyekutukan Allah).

Dasar-dasar Akidah Islam

Dasar-dasar akidah Islam merujuk pada Al-Qur'an dan hadits. Allah SWT banyak menyebut dalam firman-Nya terkait pokok-pokok akidah, seperti nama-nama dan sifat-sifat yang dimiliki-Nya, tentang malaikat, kitab-kitab Allah, hari kiamat, surga, neraka, dan lain-lain.

Sebagaimana termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 285. Allah SWT berfirman:

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ٢٨٥

Artinya: "Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Mereka juga berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali."

Tujuan Akidah Islam

Akidah Islam memiliki sejumlah tujuan, di antaranya:

• Memupuk dan mengembangkan dasar ketuhanan yang ada sejak lahir.
• Memelihara manusia dari kemusyrikan.
• Menghindarkan diri dari pengaruh akal pikiran yang menyesatkan.

Akidah Islam harus menjadi pedoman bagi setiap muslim. Wahyuddin dkk mengatakan dalam buku Pendidikan Agama Islam, hubungan antara akidah, syariah, dan akhlak seperti hubungan antara akar, batang, dan buah di mana mereka saling membutuhkan dan tidak bisa dipisahkan.




Scroll to Top